Project Us - Our dreams !
Prolog
Involved with the computer world since 1987 autodidact make authors feel more stupid. Every point gained new knowledge, making pupils more open, how little knowledge can be gained and how much was the extent of knowledge that extend in front of the eye.
Beginning with the arrival of a brother, teacher, and also my friend, the writer was asked to help the Education Foundation as a lecturer at the school who are in the shade (junior, senior high and vocational school). Just quietly listened to what became the problem, the writer finally willing to join armed with a pinch of teaching science and engineering knowledge of a handful of hardware / software.
A year to join the late writer with some concern, how the place is not always in line with developments in science. Where I competed, was right edge giant industrial park and just five miles from the County Government Center, but it turns out that reflected the knowledge society through our child's behavior, in terms of the Information and Communication Technology is still very far from what "I imagine".
In ketertegunanku, my mind wandering so while my subconscious brought to several dreams as below;
Dreams (1)
Adequacy ratio of computer
Beginning I was asked to come to teach ICT to help teach junior high, high school and all productive in vocational subjects taking Software Engineering Expertise Programme. Sad when my heart into existing computer practice room. Of the eight computers available, only three are living in conditions unfit for. Hmmm ... my mind is always obsessed by the Mac Gyver mindset giver immediately react ...... bedol cpu is my initial step. Drawing on ploy and thought patterns that rada-rada mbeling finally happened .... cpu and monitor migration both from Mangga Dua and from my private workshop ... Pentium 4? Non-sense! but at least it is still worth it to just learning to use Microsoft Office 2003, these interim results today (March 4, 2010)
Unit 8 ready-made computer (Pentium! Various types, 10-20 Giga Hardisk, Memory 128, VGA 32 Mega) 15-inch monitors from different brands.
Computers are still in phase 4 units on repair, average damage on memory, hard disk and the motherboard is already out of date.
Is it sufficient?
Not yet! Most remember the number of students in one class is 28 people, so I aspire to prepare at least, there are 20 Computers are ready to student ratio of computers to achieve ideal figures rada.
Many NGO / Non-Goverment Organitation abroad that provides computer assisted 2nd, but apparently after a few NGOs that I visited was limited to their own countries, while for NGOs in the country I have not gotten the link.
Mimpi (2)
Perakitan Komputer dan Instalasi System Operasi
Awal mengajar Perakitan Komputer dan Instalasi System operasi dimulai dengan menceritakan riwayat hidup komputer dari mulai abacus hingga Core 2 Duo. Spare part rongsokan mulai dari memory jadul (SIMM) hingga motherboard XT menjadi alat peraga/pengenalan yang masih sangat asing bagi mereka. Seperti terseret pusaran waktu ke tahun 1988-an sewaktu penulis baru mengenal apa yang disebut "mahluk komputer"!
Bagi mereka yang mengajar di daerah yang sudah Computer minded mungkin kelihatan lucu. Barang-barang yang diproduksi lebih dari tiga dasawarsa yang lalu masih dipakai sebagai alat peraga. Tapi inilah realitas yang penulis hadapi dan enjoy aja lagi. Bukankah proses belajar mengajar itu harus dalam kondisi yang menyenangkan.
Selepas mereka mengenal "jeroan" sebuah CPU, langkah berikutnya adalah mentransfer informasi dimana dan bagaimana alat alat tersebut dipasang agar terbentuk sebuah CPU yang bisa nyala (penulis memakai istilah ini).
Nah...nah kesulitan mulai muncul. Pada saat mereka akan merakit komputer, timbul pertanyaan: "Komputer mana yang harus dirakit?". Yang ada di lab lagi dipakai oleh anak-anak SMP sementara jam berikutnya anak SMA sudah menunggu. Kalau yang merakitnya orang
Mangga Dua sih gak masalah, dalam hitungan menit mereka mampu membongkar dan memasangnya kembali. Tapi anak-anakku belum bisa seterampil mereka, belum lagi terbatasnya alokasi jam pelajaran yang hanya 2 x 45 menit. Belum lagi nanti instalasi system operasinya.....DOS 7.0 karena kurikulum mengatakan harus dikenalkan dulu dengan System Operasi berbasis Text. Linux ? jangankan itu....perintah Dos yang sederhana (menurut penulis) saja mereka belum faham benar.
Penulis harus memeras otak kembali....agar perakitan bisa berjalan tetapi komputer yang ada tidak terganggu.Jadi ingat peribahasa...Anjing menggonggong Kafilah berlalu.
..........................dalam mimpiku yang kedua ini ada cita-cita yang harus tercapai pada saat nanti terbangun yakni "Aku harus punya dua "Lab Komputer", satu untuk praktek software dan yang satunya untuk praktek perakitan dan instalasi system operasi dan software aplikasi" Dan untuk mimpiku ini, aku hanya bisa bercerita pada Yayasan.....penulis juga maklum kondisi financial-lah yang belum memungkinkan untuk hal tersebut.
Cling.....! tiba tiba saja seberkas sinar membersit di benak penulis yang memang nakal, andai saja:
- Ada importir komputer 2nd yang bisa dan mau diajak kerjasama, kami bersedia
merakitkan/merekonstruksi komputer yang bermasalah untuk mereka tanpa bayaran sekalipun. Hasilnya silahkan mereka jual, toh kami hanya perlu prosesnya saja.Menurut penulis, ini adalah win-win solution.....dimana mereka mendapatkan komputer yang sudah ready for sale, sementara kami memperoleh ilmu dalam merakit dan menginstall software pada sebuah CPU. Atau.... - Banyak Perusahaan di Kawasan Industri (Jababeka, Hyundai, Lippo dan EJIP) yang melakukan re-generasi system komputernya. Nah komputer yang menurut mereka sudah out of date alangkah indahnya jika disumbangkan pada sekolah sekolah seperti kami. Hal ini akan jauh mendatangkan manfaat dan nilai, ketimbang dijual kiloan sebagai limbah industri. Ini bukan mustahil......karena beberapa tahun yang silam CNC komputer pernah menerima bantuan sebanyak 24 set komputer dari PT.AIR PRODUCT INDONESIA - JABABEKA. Dari 24 unit tersebut alhamdulillah berhasil di rekayasa menjadi 9 unit komputer dan sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah dimana penulis tinggal, tapi itu dulu.......sebelum penulis menjadi tenaga pengajar di sekolah ini. Atau....
- Mungkin saja ada para pembaca secara pribadi yang kelebihan komputer dirumahnya, baik itu berbentuk set komputer maupun peralatan komputer sisa up-grade sangat bisa untuk di hibahkan kepada sekolah kami. Atau mungkin para pembaca yang budiman punya "channel" pada mereka yang diberi kelebihan komputer dan peduli akan pendidikan.
Sepertinya penulis meminta belas kasihan, ya? Akh tak mengapa....penulis pernah menulis status di facebook bahwa " Seandainya aku harus jadi pengemis di internet, akan aku lakukan. Bagiku masa depan mereka jauh lebih berarti dan berharga dibanding dengan harga diriku, sekalipun"
Mimpi (3)
Jaringan Komputer
Mimpi (4)
Menghadirkan Internet di Sekolah
Mimpi (5)
Perangkat Pembelajaranku
Catatan :
Untuk mimpi ke 3, 4 dan 5 masih dalam negosiasi dengan tidurku. Kelak setelah aku tidur....mimpi ini akan kuceritakan. Juga...!
Bekasi, 10 Maret 2010. pkl. 00.00
Last Updated (Friday, 14 May 2010 07:45)









